Author Archive for Iman Juarsa



26
Sep
12

Asha

Kaulah malaikat pertama yang mengetuk pintu kesendirianku yang tak bertepi
Kaulah matahari timur yang selalu tersenyum menawarkan kehangatan pada setiap pagi di kehidupanku
Kaulah rasa asin yang memberikan rasa di lautan tawar kehidupanku

Bagai rombongan pasukan berkuda romawi menghentak dan membuat jantungku berdegup kencang
Bagai alunan merdu musik Mozart menggetarkan dawai-dawai kasih sayang dihatiku
Bagai muara sungai gangga mensucikan ragaku yang penuh dengan kehinaan

Kau hadir dalam wujud yang sederhana
memujaku dengan cara yang istimewa
menggelitik akal fikiranku lewat ketidaktahuanmu

Imaginasiku mengatakan bukan tapi sendi-sendi di tulangku berbisik iya
Pupil di dalam mataku mengatakan tidak tapi aliran darah dalam nadiku berseru butuh
Isi didalam kepalaku mengatakan jangan tapi bagian kecil di dadaku mengumandangkan harus

Dan kini aku berdiri disini
Di atas altar suci ini
Dihadapan patung bersalib juru selamat yang abadi
Mengikuti tiap bait kata dari pendeta berjubah rapi
Mengucap janji sehidup semati
Memilihmu untuk dicintai
Mengajarimu hingga mengerti

10
Sep
12

Tanya [?]

Ketika tangis bayi tak lagi memberikan kebahagiaan tapi justru memberikan kesedihan
Ketika suara tawa tak lagi terdengar di kota-kota tapi justru terdengar di rumah sakit jiwa
Ketika bangku-bangku sekolah tak lagi memberikan pendidikan tapi justru memberikan pembodohan
Ketika doa tak lagi memberikan harapan tapi justru menjadi sebuah kesia-siaan
Ketika kitab suci tak lagi menjadi tuntunan tapi justru menyebarkan ketakutan

Ketika jernihnya air tak mampu membuat anda berkaca haruskah kami berikan cermin untuk anda berkaca[?]
Ketika bisikan kami tak lagi anda dengarkan haruskah kami berikan teriakan dari jutaan manusia yang turun ke jalan[?]
Ketika rentetan kegagalan tak membuat anda malu haruskah kami telanjangi anda supaya anda malu[?]
Ketika semua yang anda lakukan tak memberikan solusi haruskah kami berikan revolusi[?]

09
Sep
12

Last Letter to Asha

Untukmu Yang Terkasih,

Tuhan sudah mengenalkan padaku arti kata perbedaan sejak aku dilahirkan kedunia ini, karena aku dilahirkan dari manusia yang berjenis kelamin berbeda denganku yang disebut“ Ibu”.

Aku di didik dan dibesarkan dengan ajaran sebuah agama yang begitu menghargai perbedaan, karena utusannya tak pernah membenci dan selalu menghormati orang lain yang berbeda dengan dirinya, aku menyebut utusan itu “Rasul”.

Aku begitu mengagumi negaraku bukan dari kesejahteraan ekonomi atau kemajuan tekhnologinya tapi dari perbedaan dan keberagaman suku, bahasa, budaya dan agama yang menjadi kesatuan sebuah Negara, aku menyebutnya “Bhineka Tunggal Ika”.

Aku dan dirimu adalah dua manusia yang dilahirkan di negeri yang sama, berbicara dalam bahasa yang sama dan memiliki warna kulit yang sama, yang membedakan kita hanyalah sesuatu yang disebut “Agama”.

Itu semua sudah cukup membuatku semakin mengerti tentang arti kata “Perbedaan”.

Lewat dirimu Aku menjadi tahu bahwa semua agama di dunia ini walaupun berbeda tetap mempunyaI tujuan yang sama yaitu mengajarkan sesuatu yang disebut “Kebajikan”.

Tutur kata, perilaku dan cara berfikirmu semakin membuat kumengerti, menghargai, dan mengagumi makna dari kata yang disebut “Perbedaan”.

Semakin lama semuanya semakin berubah….

Aku kehilangan saudara, sahabat dan kedamaian di negeriku ini oleh sesuatu yang disebut “Perbedaan”.

Tangis dan caci maki antara mereka yang berbeda mengahantarkan kepergian roh-roh yang terpisah dari jasadnya
korban dari sesuatu yang disebut “Perbedaan”.

Lemparan batu, tembakan peluru, dan ledakan bom bunuh diri seolah menjadi definisi paling tepat dari sebuah kata yang disebut “Perbedaan”.

Namun yang paling menyedihkan….

Saat aku kehilangan dirimu, lagi-lagi oleh sebuah kata yang disebut “Perbedaan”.

Hanya karena aku bernama Akbar dan kau bernama Asha…

Hanya karena aku seorang Muslim dan kau seorang Hindu….

Hanya oleh sesuatu yang disebut “Perbedaan”….

Sayangku….
Di saat-saat terakhir kehidupanmu aku ingin tetes air mataku, belaian lembut tanganku di rambutmu dan kecupan hangat di keningmu mengiringi hembusan nafas terakhir yang keluar dari paru-parumu, dan akan kubisikan ditelingamu sebuah puisi sederhana dariku.

Jika hanya binatang yang menghargai perbedaan, aku rela menjadi binatang.

Jika menghargai perbedaan adalah sebuah dosa, aku rela menjadi seorang pendosa.

Aku rela menjadi binatang pendosa hanya untuk dapat mencintaimu.

Selamat jalan sayangku, kaulah anugerah terindah yang Tuhan berikan lewat sesuatu yang disebut “PERBEDAAN”.

Dari orang yang berbeda denganmu dan mencintaimu dengan cara yang berbeda…

07
Sep
12

Kamera Lubang Jarum

Kamera Lubang Jarum menurut saya adalah sebuah kamera yang dibuat dari benda kedap cahaya bisa berupa kaleng bekas, kardus,ataupun tetrapack bekas minuman yang kemudian diberi lubang sebesar jarum sebagai media penangkap gambarnya.

Berbicara tentang kamera lubang jarum tentu tidak akan bisa dipisahkan dari Komunitas Lubang Jarum Indonesia (KLJI). KLJI adalah wadah atau media tempat berkumpulnya para penikmat, penyuka dan penggila kamera lubang jarum yang didirikan dan diprakarsai oleh Ray Bachtiar Dradjat.

Berawal dari sukses memotret pagar depan rumah tinggal dengan menggunakan KLJ kaleng susu 800 gram dengan negatif kertas Chen Fu, Ray menuliskan pengalamannya di media GFJA tahun 1997, Photo Copy. Selanjutnya digelarlah workshop perdana pada 2001 di lokasi pembuangan sampah Bantar Gebang. Hasilnya, terbit buku “MEMOTRET dengan KAMERA LUBANG JARUM”. Kamera Lubang Jarum (KLJ) adalah sebutan Pinhole camera lantaran konsep dasar inovasinya berbeda. Ray bertekad men-sosialisasi-kan “seni proses” ke seluruh lapisan masyarakat di Indonesia.Di sinilah perbedaan Ray dengan para profesional fotografer yang pada saat itu sudah bahkan lebih dulu menggunakan pinhole camera. “Teknik” pun seakan-akan tak jadi soal, yang penting adalah masalah mengasah rasa. “Secukupnya”. Itulah konsep awal dari gerilya panjang yang sambung-menyambung: Jawa, Bali, Makassar. Hingga pada 17 Agustus 2002,Ray mengumandangkan proklamasi berdirinya Komunitas Lubang Jarum Indonesia (KLJI). ( Sumber : http://kljindonesia.org/sejarah/ )

Ketertarikan saya terhadap kamera lubang jarum dimulai tahun 2011 lewat foto-foto pinhole karya salah satu fotografer kenalan saya Mic ( Micha Rainer Pali). Melalui dia juga saya diberi informasi singkat mengenai seperti apa kamera lubang jarum seta diberi alamat Facebook dan web Komunitas Lubang Jarum Indonesia.Dari informasi di Facebook Komunitas Lubang Jarum Indonesia – Bandung saya memperoleh informasi lebih lengkap mengenai sejarah Kamera Lubang Jarum di Indonesia dan informasi mengenai event-event yang sering diadakan oleh KLJI khususnya event-event yang diadakan oleh KLJI Bandung.

Akhirnya sekitar pertengahan bulan April 2011 bertempat sebuah gedung di belakang Gor C-TRA Arena Bandung saya mendapat kesempatan untuk mengikuti workshop singkat mengenai Pembuatan Kamera Lubang Jarum dari media tetrapack bekas minuman. Dalam workshop tersebut saya diajarkan mulai dari pembuatan kamera lubang jarum, cara memotret menggunakan kamera lubang jarum hingga proses pencuian hasil foto di dalam kamar gelap.
Disana saya dijelaskan bahwa kamera lubang jarum bisa dibuat dari benda apapun mulai dari kaleng bekas rokok, kardus ataupun kotak pensil selama benda tersebut kedap terhadap cahaya dan memiliki lubang kecil di bagian tengahnya. Media yang digunakan untuk menghasilkan sebuah foto kamera lubang jarum bisa menggunakan kertas foto khusus ataupun menggunakan roll film.

Ketertarikan saya terhadap kamera lubang jarum tidak berhenti sampai disitu, pengalaman pertama mengikuti workshop itu justru membuat saya ingin mengetahui lebih jauh seperti apa kamera lubang jarum. Beberapa kali saya mengikuti workshop dan event yang diadakan oleh KLJI Bandung secara gratis. Kang Deni Sugandi yang merupakan salah satu pendiri KLJI Bandung adalah merupakan salah satu orang yang berjasa membuat kamera lubang jarum tetap eksis di kota Bandung. Kang Deni bersama teman-teman lain dari KLJI Bandung banyak membantu saya untuk mengenal kamera lubang jarum lebih dalam.

Salah satu event yang paling menarik dan merupakan event terakhir yang saya ikuti bersama KLJI Bandung adalah “World Pinhole Day”. World Pinhole Day adalah sebuah event dimana selama hari minggu terakhir di bulan April seluruh penyuka dan pengguna kamera lubang jarum di Dunia secara bersama-sama memotret menggunakan kamera lubang jarum untuk nantinya di upload di situs http://www.pinholeday.org/ . Khusus untuk Bandung World Pinhole Day diadakan di seputaran Jl. Braga , dalam event tersebut semua peserta mengelilingi kota Bandung untuk memperelah obyek foto yang menarik untuk nantinya dipamerkan di pinggir jalan Braga.

Dalam acara hunting di event itu banyak sekali pengalaman menarik yang saya peroleh, mulai dari disangka orang stress karena memotret menggunakan kaleng bekas rokok hingga bertemu orang yang karena begitu penasarannya sampai tidak henti-hentinya bertanya, dengan pengetahuan saya yang minim mengenai kamera lubang jarum saya berusaha menjelaskan dan kemudian mengajaknya untuk ikut memotret menggunakan kamera lubang jarum.

Lewat Perkenalan singkat saya denga kamera lubang jarum saya diajarkan bahwa dengan keinginan yang kuat kita masih bisa berkarya meskipun dengan alat yang sederhana dan menghasilkan foto yang sederhana juga.

Berikut ini merupan beberapa foto hasil kamera lubang jarum dan foto dalam event World Pinhole Day

Foto hasil hunting di jalan braga pada acara World Pinhole Daya 2011

Foto hasil hunting di jalan braga pada acara World Pinhole Daya 2011

Foto hasil hunting di jalan braga pada acara World Pinhole Daya 2011

kamera lubang jarum

Foto kamera lubang jarum yang saya gunakan untuk memotret pada acara World Pinhole Day 2011

Foto saya sedang mennganti kertas foto dalam kamera lubang jarum

Foto-foto hasil dari peserta World Pinhole Day sedang dijemur setelah proses pencucian selesai

06
Sep
12

Ayah

Gadis kecilku…aku ingin kau tahu..
Bentuk kehidupan tak selalu sesederhana bentuk kembang gula yang kau genggam
Warna kehidupan tak selalu seindah warna kembang gula yang kau lihat
Rasa kehidupan tak selalu semanis kembang gula yang kau makan

Akan kau temukan jalan berliku, tebing yang terjal dan hempasan ombak dalam bentuk kehidupan
Akan kau lihat pagi yang mendung dan malam yang gelap dalam warna kehidupan
Akan kau rasakan kesepian, kesedihan dan kehilangan dalam rasa kehidupan

Tapi tak perlu kau takut…
Akan kutemani kau melewati jalan berliku, tebing yang terjal dan hempasan ombak dalam kehidupanmu
Akang kubimbing kau melalui pagi yang mendung dan malam yang gelap dalam kehidupanmu
Akan kuajarkan padamu menghadapi kesepian, kesedihan dan kehilangan dalam kehidupanmu

Karena memang tugas dan kewajibanku melindungimu dari kerasnya kehidupan
Karena memang keinginan dan harapanku melihatmu tersenyum menikmati kehidupan

Bagiku itu semua bukan beban dan penderitaan
Bagiku itu semua anugrah dan kebahagiaan
Bagiku itu semua membuat aku sempurna sebagai seorang manusia
Bagiku itu semua membuat aku pantas untuk kau panggil AYAH

05
Sep
12

Arak Baliku

Hamparan lautan yang terbentang hingga ujung terjauh tatapanku hanya terlihat samar-samar melukiskan keagungan, tertutup oleh gelapnya malam tanpa bintang

Desiran suara ombak yang bergemuruh hingga menggetarkan gendang telingaku hanya terdengar samar-samar melantunkan nyanyian perjuangan, tertutup oleh riuhnya teriakan dan nyanyian sumbang dari orang-orang di pantai ini

Butiran-butiran pasir putih yang membelai lembut ujung terluar kulitku hanya terasa samar-samar  menghadirkan  rasa tenang, tertutup oleh kasarnya kaleng- kaleng bekas dan sampah plastik yang berserakan

Hembusan angin malam yang berhembus kencang hingga menusuk tulang-tulangku hanya terasa samar-samar  menghembuskan kehidupan, tertutup oleh hangatnya arak dalam gelas- gelas yang kuminum

Saat ku menoleh dan kutatap gelas terakhir berisi arak itu….
Bening rupanya mengingatkanku akan beningnya mata seseorang, seseorang dari tempat yang sama dengan arak itu berasal

Saat kupejamkan kedua mataku…
Inginku, pintaku, harapanku
Dengan berlari, terbang, menghilang atau dengan apapun caranya
Aku ingin saat ini berada di suatu pantai
Bukan pantai ini, tapi pantai tempat arak ini berasal
Pantai tempat seseorang itu berasal

Karena aku mau…
Menikmati hamparan lautan yang terbentang ditemani wajah seseorang, seseorang yang bahkan gelapnyanya malam tanpa bintang yang sanggup menutupi keagugan sang lautan tetap tak akan bisa menutupi kecantikan wajahnya yang melukiskan keindahan

Karena aku tahu…
Akan kunikmati desiran suara ombak ditemani nyanyian seseorang, seseorang yang bahkan riuhnya teriakan dan nyanyian sumbang dari orang-orang di pantai itu yang sanggup menutupi nyanyian perjuangan sang ombak tetap tak akan bisa menutupi lantunan suaranya menyanyikan kebahagiaan

Karena aku percaya…
Akan kunikmati butiran-butiran pasir putih yang membelaiku ditemani belain lembut seseorang, seseorang yang bahkan kasarnya kaleng-kaleng bekas dan sampah plastik yang sanggup menutupi belain lembut sang pasir tetap tak akan bisa menutupi belaian lembut tanganya di ujung terluar kulitku menghadirkan sejuta rasa tenang

Karena aku yakin…
Akan kunikmati hembusan angin malam yang berhembus kencang hingga menusuk tulang-tulangku ditemani pelukan seseorang, seseorang yang hangat pelukannya lebih hangat dari meminum berjuta-juta gelas arak
Karena hangat pelukannya mampu mendefinisikan keindahan, kebahagiaan, dan ketenangan di kehidupanku dengan begitu sempurna

Saat kubuka kembali kedua mataku…
Lamunanku pun terhenti, melemparkanku kembali ke dalam kesadaranku
Dan aku masih disini…
Di pantai ini…

Saat kumenoleh melihat kembali gelas terakhir berisi arak itu
Gelas itu masih tetap disana
Arak itu masih tetap dalam gelas
Menantiku dengan setia kembali dari perjalanan lamunanku
Lamunanku yang sempurna tentang kebahagiaan

Kuraih gelas terakhir berisi arak itu dan kuteguk sampai tak bersisa
Rasanya tak ada keindahan dan kebahagiaan yang sempurna yang dihadirkan oleh arak itu seperti yang dihadirkan seseorang dalam lamunanku

Namun ada rasa yang berbeda saat kuteguk arak dalam gelas terakhir itu
Aku menghirup aroma kesetiaan yang menembus melewati kedua lubang hidungku menghadirkan ketenangan
Aku merasakan kehangatan mengalir melalui kerongkonganku dengan tulus  memberikan kebahagiaan
Akhirnya lewat gelas terakhir berisi arak itu aku mengerti bahwa kebahagiaan yang sederhana namun nyata jauh lebih indah dari kebahagiaan yang sempurna tak nyata dan sulit untuk diraih

Membuatku lebih menghargai seseorang yang sederhana namun setia menghargai kita daripada seseorang yang sempurna namun pergi meninngalkan kita

Sebuah pemahaman sederhana tentang menghargai dan mencinta dari gelas terakhir berisi arak

Arak Baliku….

Hadiah kecil dari Pantai Santolo,2012

16
Apr
08

Leonardo da Vinci

Leonardo da Vinci

.Leonardo lahir pada tahun 1452 di kota Vinci, propinsi Firenze, Italia anak dari Ser Piero Da Vinci dan Caterina, jadi nama lengkapnya yaitu Leonardo di Ser Piero da Vinci yang berarti Leonardo putra Ser Piero asal kota Vinci.

Pada tahun 1476 tertuduh dengan kasus homoseksual dengan seorang model laki-laki berusia belasan tahun yang bernama Jacopo Saltarelli. Sehingga beberapa tahun itu Leonardo selalu berada di bawah pengawasan yang berwenang.

Pada usia belia, beliau sudah belajar melukis dengan Andrea del Verrocchio dan mulai melukis di Firenze.Selain menjadi pelukis ia juga sanggup menunjukkan kemampuannya di bidang yang lain. Pada tahun 1481 Leonardo pindah ke Milan untuk bekerja dengan Adipati(Duke) di sana.Di situ ia tidak hanya melukis dan membuat patung saja, melainkan juga mengubah jalan-jalan sungai dan membangun kanal-kanal, serta menghibur Duke dengan memainkan lut dan bernyanyi. Lalu ia bekerja untuk Raja Louis XII dari Perancis di Milan dan untuk Paus Leo X di Roma

Sementara itu ia membantu Raphael dan Michaelangeo dalam merancang katedral Santo Petrus.Dalam hidupnya Leonardo sangat tertarik pada ilmu pengetahuan. Ia mulai mempelajari burung terbang dan mulai merancang mesin terbang. Pemikirannya itu terdapat dalam buku catatanya sebanyak 7.000 halaman. Didalam buku itu juga terdapat sketsa tentang studi tubuh manusia. Mahakaryanya, Jamuan Terakhir(The Last Supper) pada tahun 1495 sampai tahun 1497 yang dilukis pada dinding biara Santa Maria di Milan, lukisan itu kini telah rusak akibat dimakan waktu. Lukisannya terkenal lainnya adalah Mona Lisa yang kini terdapat di Paris.

Leonardo da Vinci wafat di Clos Lucé, Perancis pada tanggal 2 Mei 1519, dan dimakamkan di Kapel St. Hubert di kastel Amboise, Perancis.

Leonardo da Vinci (15 April 14522 Mei 1519) adalah arsitek, musisi, penulis, pematung, dan pelukis Renaisans Italia. Ia digambarkan sebagai arketipe “manusia renaisans” dan sebagai jenius universal. Leonardo terkenal karena lukisannya yang piawai, seperti Jamuan Terakhir dan Mona Lisa. Ia juga dikenal karena mendesain banyak ciptaan yang mengantisipasi teknologi modern tetapi jarang dibuat semasa hidupnya. Selain itu, ia juga turut memajukan ilmu anatomi, astronomi, dan teknik sipil




The Dreamer


Blog ini berisi tulisan-tulsan sederhana dari saya
semoga bisa dinikmati dan memberikan pencerahan

Social Media

Twitter Terbaru


%d blogger menyukai ini: