04
Sep
15

Jeda Adalah Energi

Ini adalah minggu pertama yang gue dan pasangan gue lalui setelah bersama – sama mutusin buat break dalam hubungan kita. Spasi dalam cerita perjalanan hidup gue yang entah nanti bakal dilanjutin dengan kalimat berikutnya atau justru menuju paragraf baru.
Ada lecet dan lebam dalam hati, karena kalau menyebut luka rasanya gue terlalu berlebihan. Mungkin ini adalah cara Tuhan kembali mengingatkan gue ( yang sudah tak terhitung jumlahnya ) untuk lebih mensyukuri pemberiannya yang dengan mudah datang menghampiri gue, posisi kerjaan yang lebih sesuai buat umur gue dan juga pasangan yang melebihi ekspektasi gue ( ini yang paling utama ).
Ada yang berubah dalam masa jeda ini, kerja semakin menuntut sementara asmara semakin mengerucut. Telepon yang biasa diisi dengan percakapan manis tentang cinta kini diganti isntruksi – instruksi soal strategi yang mesti diambil buat naikin pendapatan di tempat kerjaan gue yang memang secara kebetulan juga akhir – akhir ini ikut melorot.
Sempat terfikirkan untuk menyerah ( secara kebetulan juga gue ditawarin untuk balik di tempat kerja gue yang dulu ) dan bakal langsung gue lakuin jika kondisi ini terjadi pada gue beberapa tahun kebelakang.
Tapi gue yakinin diri gue bahwa gue sudah berkembang, masa iya gue masih mengambil sikap sama seperti gue beberapa tahun ke belakang. Stagnasi sama saja degradasi, stagnasi sama saja membuat manusia itu sederajat dengan hewan, stagnasi sama saja mati.
Gue percaya jeda adalah energi, memberi gue ruang dan waktu buat mengisi ulang daya detak gue lagi buat mau terus maju meski jatuh terjerembab sedalam apapun juga ke dalam jurang. Mengerti tetang tangis tawa yang memang akan selalu datang silih berganti.
Coz i already found someone, yang harus gue perjuangin dan pertahanin. Seseorang yang dengan sukarela telah bersedia menukar hidupnya yang bahagia buat berkeringat bareng – bareng gue. Ketika berdosa dan taat adalah sebuah perjalanan. Dan katanya, dia mau nemenin gue. For the rest of her life. Insya Allah. Alhamdulillah
After the break dear, for the second change, we will stand up again. Karena jeda ini memberi gue energi.


0 Responses to “Jeda Adalah Energi”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


The Dreamer


Blog ini berisi tulisan-tulsan sederhana dari saya
semoga bisa dinikmati dan memberikan pencerahan

Social Media

Twitter Terbaru

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.


%d blogger menyukai ini: