05
Sep
12

Arak Baliku

Hamparan lautan yang terbentang hingga ujung terjauh tatapanku hanya terlihat samar-samar melukiskan keagungan, tertutup oleh gelapnya malam tanpa bintang

Desiran suara ombak yang bergemuruh hingga menggetarkan gendang telingaku hanya terdengar samar-samar melantunkan nyanyian perjuangan, tertutup oleh riuhnya teriakan dan nyanyian sumbang dari orang-orang di pantai ini

Butiran-butiran pasir putih yang membelai lembut ujung terluar kulitku hanya terasa samar-samar  menghadirkan  rasa tenang, tertutup oleh kasarnya kaleng- kaleng bekas dan sampah plastik yang berserakan

Hembusan angin malam yang berhembus kencang hingga menusuk tulang-tulangku hanya terasa samar-samar  menghembuskan kehidupan, tertutup oleh hangatnya arak dalam gelas- gelas yang kuminum

Saat ku menoleh dan kutatap gelas terakhir berisi arak itu….
Bening rupanya mengingatkanku akan beningnya mata seseorang, seseorang dari tempat yang sama dengan arak itu berasal

Saat kupejamkan kedua mataku…
Inginku, pintaku, harapanku
Dengan berlari, terbang, menghilang atau dengan apapun caranya
Aku ingin saat ini berada di suatu pantai
Bukan pantai ini, tapi pantai tempat arak ini berasal
Pantai tempat seseorang itu berasal

Karena aku mau…
Menikmati hamparan lautan yang terbentang ditemani wajah seseorang, seseorang yang bahkan gelapnyanya malam tanpa bintang yang sanggup menutupi keagugan sang lautan tetap tak akan bisa menutupi kecantikan wajahnya yang melukiskan keindahan

Karena aku tahu…
Akan kunikmati desiran suara ombak ditemani nyanyian seseorang, seseorang yang bahkan riuhnya teriakan dan nyanyian sumbang dari orang-orang di pantai itu yang sanggup menutupi nyanyian perjuangan sang ombak tetap tak akan bisa menutupi lantunan suaranya menyanyikan kebahagiaan

Karena aku percaya…
Akan kunikmati butiran-butiran pasir putih yang membelaiku ditemani belain lembut seseorang, seseorang yang bahkan kasarnya kaleng-kaleng bekas dan sampah plastik yang sanggup menutupi belain lembut sang pasir tetap tak akan bisa menutupi belaian lembut tanganya di ujung terluar kulitku menghadirkan sejuta rasa tenang

Karena aku yakin…
Akan kunikmati hembusan angin malam yang berhembus kencang hingga menusuk tulang-tulangku ditemani pelukan seseorang, seseorang yang hangat pelukannya lebih hangat dari meminum berjuta-juta gelas arak
Karena hangat pelukannya mampu mendefinisikan keindahan, kebahagiaan, dan ketenangan di kehidupanku dengan begitu sempurna

Saat kubuka kembali kedua mataku…
Lamunanku pun terhenti, melemparkanku kembali ke dalam kesadaranku
Dan aku masih disini…
Di pantai ini…

Saat kumenoleh melihat kembali gelas terakhir berisi arak itu
Gelas itu masih tetap disana
Arak itu masih tetap dalam gelas
Menantiku dengan setia kembali dari perjalanan lamunanku
Lamunanku yang sempurna tentang kebahagiaan

Kuraih gelas terakhir berisi arak itu dan kuteguk sampai tak bersisa
Rasanya tak ada keindahan dan kebahagiaan yang sempurna yang dihadirkan oleh arak itu seperti yang dihadirkan seseorang dalam lamunanku

Namun ada rasa yang berbeda saat kuteguk arak dalam gelas terakhir itu
Aku menghirup aroma kesetiaan yang menembus melewati kedua lubang hidungku menghadirkan ketenangan
Aku merasakan kehangatan mengalir melalui kerongkonganku dengan tulus  memberikan kebahagiaan
Akhirnya lewat gelas terakhir berisi arak itu aku mengerti bahwa kebahagiaan yang sederhana namun nyata jauh lebih indah dari kebahagiaan yang sempurna tak nyata dan sulit untuk diraih

Membuatku lebih menghargai seseorang yang sederhana namun setia menghargai kita daripada seseorang yang sempurna namun pergi meninngalkan kita

Sebuah pemahaman sederhana tentang menghargai dan mencinta dari gelas terakhir berisi arak

Arak Baliku….

Hadiah kecil dari Pantai Santolo,2012


0 Responses to “Arak Baliku”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


The Dreamer


Blog ini berisi tulisan-tulsan sederhana dari saya
semoga bisa dinikmati dan memberikan pencerahan

Social Media

Twitter Terbaru

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.


%d blogger menyukai ini: