31
Okt
12

Tunas Muda

Kaulah tunas muda…

Kusirami kau dengan tetes-tetes air pengetahuan yang kumiliki tapi alam semesta menyiramimu dengan hujan

Kaulah tunas muda…

Kupupuki engkau dengan cinta dan kasih sayang agar kau tumbuh subur tapi alam semesta memberikan matahari dan udara

Kaulah tunas muda…

Kujaga kau dengan kesetiaan saat kuterjaga dalam siang dan berhenti saat ku terlelap dalam malam, tapi alam semesta tak pernah berhenti menjagamu saat siang maupun malam

Kaulah tunas muda…

tumbuh dewasa menjadi pohon yang tinggi bertahtakan daun yang rimbun memberikan keteduhan bagiku, tapi tidak hanya untukku kaupun memberikan keteduhan bagi siapapun yang mendatangimu

Kaulah tunas muda…

tumbuh dewasa menjadi pohon yang indah hingga bisa kunikmati tiap bagian dari tubuhmu, tapi bukan hanya untukku sebab semua orang juga bisa menikmati tiap bagian dari tubuhmu

Kaulah tunas muda…

Tumbuh dewasa menjadi pohon yang merdeka sebab kau bukan hanya milikku tapi milik alam semesta

 

Kaulah tunas muda…

Tumbuh dewasa menjadi pohon yang bebas sebab kesempurnaanmu bukan hanya untukku tapi untuk semua makhluk di alam semesta ini.

31
Okt
12

17:41 – 30 Mei 2010

Untuk sesaat mari kita tingkatkan standar berfikir kita

Jika sudah mari kita bicarakan cinta dari sudut pandang yang berbeda

 

Akan kau pahami bahwa cinta tidak hanya sekedar memiliki dan dimiliki tapi membebaskan dan terbebaskan

bukan pula sekedar mencintai dan dicintai tapi juga ikhlas dan mengikhlaskan

 

Cinta bukan hanya menyatukan dua buah bibir, saling berpagutan bertukar nafas

bukan pula menyatukan dua buah tubuh untuk bersetubuh hingga puncak ejakulasi

 

Tapi cinta adalah menyatukan dua buah pemahaman hingga mencapai sebuah kesepahaman, menyatukan dua buah pemikiran hingga menghasilkan sebuah ide, dan menyatukan dua buah perbedaan hingga memperoleh sebuah solusi

 

Karena lewat cinta kita tidak hanya menjadi khalifah di kehidupan ini, yang terus berjuang menaklukkan kehidupan ini hingga kita lelah

tapi juga akan menjadi bocah kecil yang menganggap kehidupan ini sebagai taman bermain, menikmati tiap bagiannya dengan tawa bahagia

 

Dan lewat cinta kita tidak akan mempermasalahkan perbedaan atau bahkan menghargai perbedaan karena lewat cinta kita akan menganggap perbedaan sebagai sebuah bagian dari sesuatu yang lebih besar dan abadi yang disebut kesatuan

Hingga kita tidak akan lagi melihat tangis dan perang karena perbedaan tapi yang kita lihat adalah kebahagiaan dan saling menghargai

Itulah esensi yang paling mendasar dari cinta…

26
Sep
12

Asha

Kaulah malaikat pertama yang mengetuk pintu kesendirianku yang tak bertepi
Kaulah matahari timur yang selalu tersenyum menawarkan kehangatan pada setiap pagi di kehidupanku
Kaulah rasa asin yang memberikan rasa di lautan tawar kehidupanku

Bagai rombongan pasukan berkuda romawi menghentak dan membuat jantungku berdegup kencang
Bagai alunan merdu musik Mozart menggetarkan dawai-dawai kasih sayang dihatiku
Bagai muara sungai gangga mensucikan ragaku yang penuh dengan kehinaan

Kau hadir dalam wujud yang sederhana
memujaku dengan cara yang istimewa
menggelitik akal fikiranku lewat ketidaktahuanmu

Imaginasiku mengatakan bukan tapi sendi-sendi di tulangku berbisik iya
Pupil di dalam mataku mengatakan tidak tapi aliran darah dalam nadiku berseru butuh
Isi didalam kepalaku mengatakan jangan tapi bagian kecil di dadaku mengumandangkan harus

Dan kini aku berdiri disini
Di atas altar suci ini
Dihadapan patung bersalib juru selamat yang abadi
Mengikuti tiap bait kata dari pendeta berjubah rapi
Mengucap janji sehidup semati
Memilihmu untuk dicintai
Mengajarimu hingga mengerti

10
Sep
12

Tanya [?]

Ketika tangis bayi tak lagi memberikan kebahagiaan tapi justru memberikan kesedihan
Ketika suara tawa tak lagi terdengar di kota-kota tapi justru terdengar di rumah sakit jiwa
Ketika bangku-bangku sekolah tak lagi memberikan pendidikan tapi justru memberikan pembodohan
Ketika doa tak lagi memberikan harapan tapi justru menjadi sebuah kesia-siaan
Ketika kitab suci tak lagi menjadi tuntunan tapi justru menyebarkan ketakutan

Ketika jernihnya air tak mampu membuat anda berkaca haruskah kami berikan cermin untuk anda berkaca[?]
Ketika bisikan kami tak lagi anda dengarkan haruskah kami berikan teriakan dari jutaan manusia yang turun ke jalan[?]
Ketika rentetan kegagalan tak membuat anda malu haruskah kami telanjangi anda supaya anda malu[?]
Ketika semua yang anda lakukan tak memberikan solusi haruskah kami berikan revolusi[?]

09
Sep
12

Last Letter to Asha

Untukmu Yang Terkasih,

Tuhan sudah mengenalkan padaku arti kata perbedaan sejak aku dilahirkan kedunia ini, karena aku dilahirkan dari manusia yang berjenis kelamin berbeda denganku yang disebut“ Ibu”.

Aku di didik dan dibesarkan dengan ajaran sebuah agama yang begitu menghargai perbedaan, karena utusannya tak pernah membenci dan selalu menghormati orang lain yang berbeda dengan dirinya, aku menyebut utusan itu “Rasul”.

Aku begitu mengagumi negaraku bukan dari kesejahteraan ekonomi atau kemajuan tekhnologinya tapi dari perbedaan dan keberagaman suku, bahasa, budaya dan agama yang menjadi kesatuan sebuah Negara, aku menyebutnya “Bhineka Tunggal Ika”.

Aku dan dirimu adalah dua manusia yang dilahirkan di negeri yang sama, berbicara dalam bahasa yang sama dan memiliki warna kulit yang sama, yang membedakan kita hanyalah sesuatu yang disebut “Agama”.

Itu semua sudah cukup membuatku semakin mengerti tentang arti kata “Perbedaan”.

Lewat dirimu Aku menjadi tahu bahwa semua agama di dunia ini walaupun berbeda tetap mempunyaI tujuan yang sama yaitu mengajarkan sesuatu yang disebut “Kebajikan”.

Tutur kata, perilaku dan cara berfikirmu semakin membuat kumengerti, menghargai, dan mengagumi makna dari kata yang disebut “Perbedaan”.

Semakin lama semuanya semakin berubah….

Aku kehilangan saudara, sahabat dan kedamaian di negeriku ini oleh sesuatu yang disebut “Perbedaan”.

Tangis dan caci maki antara mereka yang berbeda mengahantarkan kepergian roh-roh yang terpisah dari jasadnya
korban dari sesuatu yang disebut “Perbedaan”.

Lemparan batu, tembakan peluru, dan ledakan bom bunuh diri seolah menjadi definisi paling tepat dari sebuah kata yang disebut “Perbedaan”.

Namun yang paling menyedihkan….

Saat aku kehilangan dirimu, lagi-lagi oleh sebuah kata yang disebut “Perbedaan”.

Hanya karena aku bernama Akbar dan kau bernama Asha…

Hanya karena aku seorang Muslim dan kau seorang Hindu….

Hanya oleh sesuatu yang disebut “Perbedaan”….

Sayangku….
Di saat-saat terakhir kehidupanmu aku ingin tetes air mataku, belaian lembut tanganku di rambutmu dan kecupan hangat di keningmu mengiringi hembusan nafas terakhir yang keluar dari paru-parumu, dan akan kubisikan ditelingamu sebuah puisi sederhana dariku.

Jika hanya binatang yang menghargai perbedaan, aku rela menjadi binatang.

Jika menghargai perbedaan adalah sebuah dosa, aku rela menjadi seorang pendosa.

Aku rela menjadi binatang pendosa hanya untuk dapat mencintaimu.

Selamat jalan sayangku, kaulah anugerah terindah yang Tuhan berikan lewat sesuatu yang disebut “PERBEDAAN”.

Dari orang yang berbeda denganmu dan mencintaimu dengan cara yang berbeda…

07
Sep
12

Kamera Lubang Jarum

Kamera Lubang Jarum menurut saya adalah sebuah kamera yang dibuat dari benda kedap cahaya bisa berupa kaleng bekas, kardus,ataupun tetrapack bekas minuman yang kemudian diberi lubang sebesar jarum sebagai media penangkap gambarnya.

Berbicara tentang kamera lubang jarum tentu tidak akan bisa dipisahkan dari Komunitas Lubang Jarum Indonesia (KLJI). KLJI adalah wadah atau media tempat berkumpulnya para penikmat, penyuka dan penggila kamera lubang jarum yang didirikan dan diprakarsai oleh Ray Bachtiar Dradjat.

Berawal dari sukses memotret pagar depan rumah tinggal dengan menggunakan KLJ kaleng susu 800 gram dengan negatif kertas Chen Fu, Ray menuliskan pengalamannya di media GFJA tahun 1997, Photo Copy. Selanjutnya digelarlah workshop perdana pada 2001 di lokasi pembuangan sampah Bantar Gebang. Hasilnya, terbit buku “MEMOTRET dengan KAMERA LUBANG JARUM”. Kamera Lubang Jarum (KLJ) adalah sebutan Pinhole camera lantaran konsep dasar inovasinya berbeda. Ray bertekad men-sosialisasi-kan “seni proses” ke seluruh lapisan masyarakat di Indonesia.Di sinilah perbedaan Ray dengan para profesional fotografer yang pada saat itu sudah bahkan lebih dulu menggunakan pinhole camera. “Teknik” pun seakan-akan tak jadi soal, yang penting adalah masalah mengasah rasa. “Secukupnya”. Itulah konsep awal dari gerilya panjang yang sambung-menyambung: Jawa, Bali, Makassar. Hingga pada 17 Agustus 2002,Ray mengumandangkan proklamasi berdirinya Komunitas Lubang Jarum Indonesia (KLJI). ( Sumber : http://kljindonesia.org/sejarah/ )

Ketertarikan saya terhadap kamera lubang jarum dimulai tahun 2011 lewat foto-foto pinhole karya salah satu fotografer kenalan saya Mic ( Micha Rainer Pali). Melalui dia juga saya diberi informasi singkat mengenai seperti apa kamera lubang jarum seta diberi alamat Facebook dan web Komunitas Lubang Jarum Indonesia.Dari informasi di Facebook Komunitas Lubang Jarum Indonesia – Bandung saya memperoleh informasi lebih lengkap mengenai sejarah Kamera Lubang Jarum di Indonesia dan informasi mengenai event-event yang sering diadakan oleh KLJI khususnya event-event yang diadakan oleh KLJI Bandung.

Akhirnya sekitar pertengahan bulan April 2011 bertempat sebuah gedung di belakang Gor C-TRA Arena Bandung saya mendapat kesempatan untuk mengikuti workshop singkat mengenai Pembuatan Kamera Lubang Jarum dari media tetrapack bekas minuman. Dalam workshop tersebut saya diajarkan mulai dari pembuatan kamera lubang jarum, cara memotret menggunakan kamera lubang jarum hingga proses pencuian hasil foto di dalam kamar gelap.
Disana saya dijelaskan bahwa kamera lubang jarum bisa dibuat dari benda apapun mulai dari kaleng bekas rokok, kardus ataupun kotak pensil selama benda tersebut kedap terhadap cahaya dan memiliki lubang kecil di bagian tengahnya. Media yang digunakan untuk menghasilkan sebuah foto kamera lubang jarum bisa menggunakan kertas foto khusus ataupun menggunakan roll film.

Ketertarikan saya terhadap kamera lubang jarum tidak berhenti sampai disitu, pengalaman pertama mengikuti workshop itu justru membuat saya ingin mengetahui lebih jauh seperti apa kamera lubang jarum. Beberapa kali saya mengikuti workshop dan event yang diadakan oleh KLJI Bandung secara gratis. Kang Deni Sugandi yang merupakan salah satu pendiri KLJI Bandung adalah merupakan salah satu orang yang berjasa membuat kamera lubang jarum tetap eksis di kota Bandung. Kang Deni bersama teman-teman lain dari KLJI Bandung banyak membantu saya untuk mengenal kamera lubang jarum lebih dalam.

Salah satu event yang paling menarik dan merupakan event terakhir yang saya ikuti bersama KLJI Bandung adalah “World Pinhole Day”. World Pinhole Day adalah sebuah event dimana selama hari minggu terakhir di bulan April seluruh penyuka dan pengguna kamera lubang jarum di Dunia secara bersama-sama memotret menggunakan kamera lubang jarum untuk nantinya di upload di situs http://www.pinholeday.org/ . Khusus untuk Bandung World Pinhole Day diadakan di seputaran Jl. Braga , dalam event tersebut semua peserta mengelilingi kota Bandung untuk memperelah obyek foto yang menarik untuk nantinya dipamerkan di pinggir jalan Braga.

Dalam acara hunting di event itu banyak sekali pengalaman menarik yang saya peroleh, mulai dari disangka orang stress karena memotret menggunakan kaleng bekas rokok hingga bertemu orang yang karena begitu penasarannya sampai tidak henti-hentinya bertanya, dengan pengetahuan saya yang minim mengenai kamera lubang jarum saya berusaha menjelaskan dan kemudian mengajaknya untuk ikut memotret menggunakan kamera lubang jarum.

Lewat Perkenalan singkat saya denga kamera lubang jarum saya diajarkan bahwa dengan keinginan yang kuat kita masih bisa berkarya meskipun dengan alat yang sederhana dan menghasilkan foto yang sederhana juga.

Berikut ini merupan beberapa foto hasil kamera lubang jarum dan foto dalam event World Pinhole Day

Foto hasil hunting di jalan braga pada acara World Pinhole Daya 2011

Foto hasil hunting di jalan braga pada acara World Pinhole Daya 2011

Foto hasil hunting di jalan braga pada acara World Pinhole Daya 2011

kamera lubang jarum

Foto kamera lubang jarum yang saya gunakan untuk memotret pada acara World Pinhole Day 2011

Foto saya sedang mennganti kertas foto dalam kamera lubang jarum

Foto-foto hasil dari peserta World Pinhole Day sedang dijemur setelah proses pencucian selesai

06
Sep
12

Ayah

Gadis kecilku…aku ingin kau tahu..
Bentuk kehidupan tak selalu sesederhana bentuk kembang gula yang kau genggam
Warna kehidupan tak selalu seindah warna kembang gula yang kau lihat
Rasa kehidupan tak selalu semanis kembang gula yang kau makan

Akan kau temukan jalan berliku, tebing yang terjal dan hempasan ombak dalam bentuk kehidupan
Akan kau lihat pagi yang mendung dan malam yang gelap dalam warna kehidupan
Akan kau rasakan kesepian, kesedihan dan kehilangan dalam rasa kehidupan

Tapi tak perlu kau takut…
Akan kutemani kau melewati jalan berliku, tebing yang terjal dan hempasan ombak dalam kehidupanmu
Akang kubimbing kau melalui pagi yang mendung dan malam yang gelap dalam kehidupanmu
Akan kuajarkan padamu menghadapi kesepian, kesedihan dan kehilangan dalam kehidupanmu

Karena memang tugas dan kewajibanku melindungimu dari kerasnya kehidupan
Karena memang keinginan dan harapanku melihatmu tersenyum menikmati kehidupan

Bagiku itu semua bukan beban dan penderitaan
Bagiku itu semua anugrah dan kebahagiaan
Bagiku itu semua membuat aku sempurna sebagai seorang manusia
Bagiku itu semua membuat aku pantas untuk kau panggil AYAH




The Dreamer


Blog ini berisi tulisan-tulsan sederhana dari saya
semoga bisa dinikmati dan memberikan pencerahan

Social Media

Twitter Terbaru


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.961 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: